GP – Test Tube

Test tube (tabung reaksi) adalah wadah berbentuk silinder kaca atau plastik berukuran kecil dengan salah satu ujung terbuka dan ujung lainnya tertutup membulat. Alat ini merupakan instrumen mendasar di laboratorium sains dan medis yang berfungsi untuk menampung, mencampur, atau mereaksikan bahan kimia dan biologis dalam volume kecil

1. Fungsi Test Tube
  • Wadah Reaksi Skala Mikro: Melakukan pengujian zat kimia atau uji kualitatif dalam volume yang sedikit agar menghemat reagen.
  • Pencampuran Cairan: Tempat menghomogenkan dua atau lebih larutan secara manual dengan cara diguncang perlahan.
  • Pemanasan Sampel: Menampung larutan yang perlu dipanaskan di atas api pembakar Bunsen maupun di dalam wadah pemanas air (water bath).
  • Media Kultur Mikrobiologi: Digunakan di laboratorium biologi untuk mengembangbiakkan mikroba menggunakan media cair atau media padat tegak/miring.
  • Penyimpanan Sampel Sementara: Menjadi wadah penampung sementara bagi sampel biologis seperti darah, urin, atau ekstrak tanaman selama proses pengujian.

Test tube (tabung reaksi) adalah wadah berbentuk silinder kaca atau plastik berukuran kecil dengan salah satu ujung terbuka dan ujung lainnya tertutup membulat. Alat ini merupakan instrumen mendasar di laboratorium sains dan medis yang berfungsi untuk menampung, mencampur, atau mereaksikan bahan kimia dan biologis dalam volume kecil.
Berikut adalah penjelasan lengkap mengenai fungsi dan spesifikasi standar dari test tube:
1. Fungsi Test Tube
    • Wadah Reaksi Skala Mikro: Melakukan pengujian zat kimia atau uji kualitatif dalam volume yang sedikit agar menghemat reagen.
    • Pencampuran Cairan: Tempat menghomogenkan dua atau lebih larutan secara manual dengan cara diguncang perlahan.
    • Pemanasan Sampel: Menampung larutan yang perlu dipanaskan di atas api pembakar Bunsen maupun di dalam wadah pemanas air (water bath).
    • Media Kultur Mikrobiologi: Digunakan di laboratorium biologi untuk mengembangbiakkan mikroba menggunakan media cair atau media padat tegak/miring.
    • Penyimpanan Sampel Sementara: Menjadi wadah penampung sementara bagi sampel biologis seperti darah, urin, atau ekstrak tanaman selama proses pengujian.


2. Spesifikasi Standar Test Tube
A. Bahan Material
    • Kaca Borosilikat (Borosilicate Glass): Jenis paling standar untuk laboratorium kimia karena tahan terhadap perubahan suhu ekstrem (panas api langsung) dan tahan korosi zat kimia.
    • Plastik (Polystyrene / Polypropylene): Umumnya bersifat sekali pakai (disposable) untuk pengujian medis agar mencegah kontaminasi silang. Tidak bisa dipanaskan di atas api langsung.

B. Bentuk Bibir Tabung (Rim)
    • With Rim (Bibir Berlipat): Memiliki pinggiran melingkar di ujung atas yang memudahkan penuangan cairan dan menjaga tabung agar tidak merosot saat dimasukkan ke dalam lubang rak tabung.
    • Rimless (Tanpa Lipatan): Sisi atas lurus rata, biasanya digunakan untuk keperluan culture tube yang dipasangi sumbat kapas atau penutup logam/plastik.
    • Screw Cap (Ulir Drat): Dilengkapi dengan ulir di bagian atas untuk dipasangi tutup berulir sehingga sampel bisa tersimpan kedap udara dan aman dari kebocoran.

C. Dimensi Ukuran dan Kapasitas Volume Populer
  • 12 mm × 75 mm: Kapasitas volume sekitar ≈ 5 mL (Sering disebut tabung Khan, umum untuk uji medis).
  • 13 mm × 100 mm: Kapasitas volume sekitar ≈ 7 mL.
  • 16 mm × 150 mm: Kapasitas volume sekitar ≈ 17 mL (Ukuran paling standar untuk laboratorium sekolah dan kampus).
  • 18 mm × 180 mm: Kapasitas volume sekitar ≈ 27 mL hingga 30 mL.
  • Ketebalan Dinding: Standar ketebalan kaca berkisar antara 1,0 mm hingga 1,2 mm untuk memastikan ketahanan mekanis.
Keranjang Belanja